Pengaruh Kecerdasan Adversitas, Efikasi Diri, Logis Matematis dan Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI SMAN 12 Maros
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan adversitas, kecerdasan logis matematis, dan efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI SMAN 12 Maros melalui kemampuan berpikir kritis sebagai variabel intervening. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 12 Maros tahun ajaran 2025/2026 dengan sampel sebanyak 110 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi angket kecerdasan adversitas, angket efikasi diri, tes kecerdasan logis matematis, tes kemampuan berpikir kritis, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial melalui analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kecerdasan adversitas kategori campers (63,64%), kecerdasan logis matematis kategori tinggi (41,82%), efikasi diri kategori sedang (44,5%), kemampuan berpikir kritis kategori tinggi (70,91%), dan kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi (69,09%). Secara inferensial, kecerdasan adversitas, kecerdasan logis matematis, efikasi diri, dan kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kontribusi masing-masing 14,07%, 32,23%, 15,25%, dan 24,22%. Ketiga variabel bebas juga berpengaruh tidak langsung melalui kemampuan berpikir kritis. Kecerdasan logis matematis menjadi variabel paling dominan, sedangkan kemampuan berpikir kritis berperan sebagai mediator parsial.
References
Almubarokah, N., Theis, R., & Iriani, D. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient (AQ) pada materi aritmatika sosial. Jurnal Pendidikan MIPA, 14(1), 163–174. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i1.1501
Armstrong, T. (2009). Multiple intelligences in the classroom (3rd ed.). ASCD.
Asmal, M. (2020). Pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII SMPN 30 Makassar. ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 30–36. https://doi.org/10.47650/elips.v1i1.122
Astiantari, I., Pambudi, D. S., Oktavianingtyas, E., Trapsilasiwi, D., & Murtikusuma, R. P. (2022). Kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient (AQ). AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(2), 1270–1281. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i2.5073
Bandura, A. (1991). Self-efficacy mechanism in physiological activation and health-promoting behavior. In J. Madden IV (Ed.), Neurobiology of learning, emotion and affect (pp. 229–269). Raven Press.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Campbell, L. (2006). Multiple intelligences in practice. Allyn & Bacon.
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
Halimah, S., Isnaniah, Darul, & Rusdi. (2025). Pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas VII MTsN 6 Agam tahun pelajaran 2024/2025. Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4(1), 112–123. https://doi.org/10.55606/jurrimipa.v4i1.4865
Hidayat, W., & Sariningsih, R. (2018). Kemampuan pemecahan masalah matematis dan adversity quotient siswa SMP melalui pembelajaran open ended. JNPM: Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 2(1), 109–118. https://doi.org/10.33603/jnpm.v2i1.1027
Kartika, R. W., Megawanti, P., & Hakim, A. R. (2021). Pengaruh adversity quotient dan task commitment terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 8(2), 206–216. https://doi.org/10.21831/jrpm.v8i2.36831
Leonard, L., & Amanah, N. (2014). Pengaruh adversity quotient dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika. Perspektif Ilmu Pendidikan, 28(1), 55–64. https://doi.org/10.21009/PIP.281.7
National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. National Council of Teachers of Mathematics.
Nurlaelah, A., Ilyas, M., & Nurdin. (2021). Pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD. PROXIMAL: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, 4(2), 89–97. https://doi.org/10.30605/proximal.v4i2.1367
Nurrahmi, D., Setiani, Y., & Santosa, C. A. H. F. (2025). Pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMP. International Journal of Education, Information Technology, and Others, 8(1), 176–181.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method (2nd ed.). Princeton University Press.
Rahayu, N., & Alyani, F. (2020). Kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari adversity quotient. Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 121–136. https://doi.org/10.31000/prima.v4i2.2668
Stoltz, P. G. (2000). Adversity quotient: Turning obstacles into opportunities. Wiley.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Uno, H. B. (2021). Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Bumi Aksara.
Wardani, D., Sakdiyah, S., Kumala, F., & Indawati, N. (2024). The Influence Of Critical Thinking Ability On The Ability To Solve Learning Problems In Primary School Students In Science Learning At Sdn Gunungsari. Kurawal - Jurnal Teknologi, Informasi Dan Industri, 7(2), 45-59. https://doi.org/https://doi.org/10.33479/kurawal.v7i2.1089
Widana, I. W. (2017). Higher order thinking skills assessment (HOTS). JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation, 3(1), 32–44. https://doi.org/10.21009/jisae.v3i1.4859









