Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Bangun Datar Ditinjau Dari Gaya Kognitif di SMP Negeri 1 Bajeng
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun datar ditinjau dari gaya kognitif di SMP Negeri 1 Bajeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat orang subjek, yaitu terdiri dari dua siswa dengan gaya kognitif field independent dan dua siswa dengan gaya kognitif field dependent. Penentuan gaya kognitif ssiswa dilakukan melalui Group Embedded Figure Test, sedangkan kemampuan berpikir kreatif dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu kefasihan, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan peneliti sebagai instrument utama dan instrumen pendukung berupa tes GEFT, tes kemampuan berpikir kreatif berupa soal open-ended dengan materi bangun datar, dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya kognitif field independent berada pada level 4 Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif dan dikatakan sangat kreatif karena cenderung memenuhi keseluruhan indikator berpikir kreatif, yaitu kefasihan, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Sedangkan subjek dengan gaya kognitif field dependent berada pada level 2 Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif dan dikatakan cukup kreatif karena hanya memenuhi dua indikator, yaitu kefasihan dan keluwesan dan tidak memenuhi indikator keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya kognitif memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, di mana siswa field independent cenderung menunjukkan kemandirian berpikir dan eksplorasi ide yang lebih luas dibandingkan siswa field dependent.
References
Giancola, M., Palmiero, M., Piccardi, L., & D’Amico, S. (2022). The relationships between cognitive styles and creativity: The role of field dependence-independence on visual creative production. Behavioral Sciences, 12(7), 212. https://doi.org/10.3390/bs12070212
Handayani, R., Rahayu, S., & Agustini, R. (2021). Students’ creative thinking skills in biology learning: fluency, flexibility, originality, and elaboration. Journal of Physics: Conference Series, 1747(1), 12–40.
Herawati, R., Wulandari, D., & Yanti, D. (2023). Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya kognitif. Jurnal Kongruen, 2(1), 12–21.
Kristanto, B. R. (2016). Analisis proses berpikir dalam menyelesaikan soal geometri ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Boyolali.
Leikin, R., & Lev, M. (2007). Multiple solution tasks as a magnifying glass for observing mathematical creativity. Proceedings of the 31st International Conference for the Psychology of Mathematics Education, 3, 161–168.
Liu, Y., & Ginther, D. (1999). Cognitive styles and distance education. Online Journal of Distance Learning Administration, 2(3), 1–19.
Lucchini, M., Maffei, L., & Lane, A. E. (2024). Working memory and divergent thinking: The moderating role of field-dependent-independent cognitive style in adolescence. Behavioral Science, 13(5), 397. https://doi.org/10.3390/bs13050397
Marlissa, I. (2015). Pengaruh Strategi React Ditinjau dari Gaya Kognitif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah, Prestasi Belajar dan Apresiasi Siswa Terhadap Matematika. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2, 186–196.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Edisi ketiga). Sage.
Ningsih, R. W. (2019). Analisis kemampuan berpikir kreatif matematika berdasarkan gaya kognitif siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 89–98.
Rahmatina, S., Sumarno, U., & Johar, R. (2014). Tingkat berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif reflektif dan implusif. Jurnal Didaktik Matematika, 1(1), 62–70.
Silver, E. A. (1997). Fostering creativity through instruction rich in mathematical problem solving and problem. Zentralblatt Für Didaktik Der Mathematik, 29(3), 75–80. https://doi.org/10.1007/s11858-997-0003-x
Sugiyono. (2008). Metode penelitian: Pendidikan pendekatan kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mix methods). Alfabeta.
Susanto, H. A. (2015). Pemahaman pemecahan masalah berdasar gaya kognitif. Deepublish.
Syekhudin, R., Latifah, I., & Mulyani, S. (2022). Profil kemampuan berpikir kreatif matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent. Jurnal Imajiner, 5(1), 37–44.
Wijaya, H. (2018). Analisis data kualitatif ilmu pendidikan teknologi. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Witkin, H. A., Goodenough, D. R., Moore, C. A., & Cox, P. W. (1997). Field-dependent and field-independent cognitive styles and their educational implications. Review of Educational Research, 47(1), 1–64. https://doi.org/10.2307/1169967
Zahro, N., Muksar, M., & Sukoriyanto, S. (2018a). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Open-Ended Pada Materi Bangun Datar. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 4(2), 157. https://doi.org/10.29407/jmen.v4i2.12108
Zahro, N., Muksar, M., & Sukoriyanto, S. (2018b). Kemampuan berpikir kreatif siswa smp dalam memecahkan masalah open-ended pada materi bangun datar. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 4(2), 157–167. https://doi.org/10.29407/jmen.v4i2.12108









