Jurnal Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk <p>JPPTK: Jurnal Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan merupakan jurnal yang mengelola bidang pendidikan umum dan pembelajarannya, diterbitkan setiap bulan Februari, Juni, Oktober.&nbsp;</p> Global - Research Consulting and Institute en-US Jurnal Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2476-9835 Dampak Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Semangat Belajar Siswa https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/87 <p style="font-weight: 400;">Penelitian ini menjelaskan mengenai penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses belajar dan dampaknya terhadap motivasi siswa. Kemajuan teknologi digital yang cepat mengakibatkan perubahan dalam sektor pendidikan, termasuk kehadiran AI sebagai alat bantu dalam belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka dan analisis deskriptif dari beragam sumber ilmiah yang relevan dengan tema yang diteliti. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan AI dapat berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar siswa, karena cara belajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Selain itu, AI dapat memberikan umpan balik dengan cepat, sehingga siswa dapat belajar berdasarkan kemampuan dan kecepatan mereka sendiri. Namun, penggunaan AI juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kemungkinan ketergantungan pada teknologi dan kesenjangan akses digital di berbagai wilayah. Oleh karena itu, peran guru tetap sangat penting dalam membimbing siswa, serta dibutuhkan kebijakan pendidikan yang mendukung pemanfaatan teknologi secara tepat dan seimbang. Dengan penerapan yang bijak, AI memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan antusiasme dan kualitas pembelajaran siswa.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> Latri Aras Ramlan Mahmud Muhammad Nur Abdullah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 11 3 235 247 Empat Pilar Literasi Digital Sebagai Upaya Membangun Berpikir Kritis Siswa Di Tengah Penggunaan Aplikasi Interaktif https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/88 <p style="font-weight: 400;">Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan, terutama dalam pemanfaatan aplikasi interaktif sebagai media pembelajaran. Akan tetapi, penggunaan teknologi tersebut menuntut adanya kemampuan literasi digital agar siswa tidak hanya berperan sebagai pengguna pasif, melainkan mampu berpikir kritis dalam memahami dan mengolah informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran empat pilar literasi digital dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa di tengah pemanfaatan aplikasi interaktif. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan literasi digital dan pembelajaran abad ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat pilar literasi digital, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital, memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pemanfaatan aplikasi interaktif seperti permainan edukatif, kuis digital, dan platform pembelajaran daring mampu meningkatkan partisipasi siswa serta melatih keterampilan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Namun demikian, tanpa didukung literasi digital yang memadai, penggunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh sebab itu, integrasi literasi digital dalam proses pembelajaran menjadi strategi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era digital.</p> Muhammad Nur Abdullah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 11 3 249 265 Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar: Kajian Literatur tentang Hasil Belajar, Keterampilan Sosial, dan Keterlibatan Siswa https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/89 <p style="font-weight: 400;">Pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar menjadi isu penting karena IPS tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran yang mentransfer pengetahuan sosial, tetapi juga sebagai wahana pembentukan sikap, nilai, tanggung jawab, empati, dan kesadaran kewargaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar serta dampaknya terhadap hasil belajar, keterampilan sosial, dan keterlibatan siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah berbagai hasil penelitian yang relevan mengenai integrasi pendidikan karakter, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis komunitas, social-emotional learning, serta pemanfaatan nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang diintegrasikan secara kontekstual dalam pembelajaran IPS berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar, terutama ketika pembelajaran dikaitkan dengan masalah nyata, nilai sosial, dan pengalaman kehidupan siswa. Selain itu, pendekatan berbasis karakter memperkuat keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama, empati, tanggung jawab, toleransi, kepedulian, dan disiplin. Keterlibatan siswa juga meningkat melalui strategi pembelajaran aktif, seperti project-based learning, problem-based learning, role playing, storytelling, kegiatan sosial, dan pembelajaran berbasis budaya lokal. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan waktu, kesiapan guru, kurangnya sumber belajar, lemahnya evaluasi karakter, serta belum konsistennya dukungan sekolah dan orang tua. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS perlu dirancang secara terintegrasi, kontekstual, berkelanjutan, dan didukung oleh pelatihan guru serta sistem evaluasi yang lebih objektif.</p> Amir Pada ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 11 3 267 276 Model Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/90 <p style="font-weight: 400;">Tinjauan literatur ini mengkaji penerapan dan dampak model pembelajaran aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar, dengan berfokus pada studi yang terindeks di Google Scholar pada rentang tahun 2016 hingga 2026. Kajian ini menjawab tiga pertanyaan penelitian utama: (1) model pembelajaran aktif apa saja yang digunakan, termasuk inkuiri sosial, problem-based learning (PBL), pembelajaran kooperatif, Jigsaw, Make a Match, Talking Stick, bermain peran, fun learning, dan pembelajaran kontekstual; (2) bagaimana model-model tersebut memengaruhi hasil belajar IPS siswa, meliputi capaian kognitif, partisipasi, motivasi, kolaborasi, dan berpikir kritis; serta (3) model mana yang paling efektif dan tantangan apa yang muncul dalam implementasinya, seperti kesiapan guru, manajemen kelas, dan heterogenitas kemampuan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif, khususnya Jigsaw dan Make a Match, efektif meningkatkan keterlibatan siswa, kolaborasi, dan motivasi belajar, sedangkan PBL dan pembelajaran berbasis inkuiri secara signifikan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Bermain peran dan Talking Stick mendukung partisipasi aktif serta interaksi sosial. Sintesis ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi bergantung pada keselarasan pemilihan model dengan tujuan pembelajaran, konteks kelas, dan sumber daya yang tersedia. Secara keseluruhan, beragam strategi pembelajaran aktif mendorong berpikir tingkat tinggi, keterlibatan bermakna, dan perkembangan holistik dalam pendidikan IPS sekolah dasar, sekaligus memberikan wawasan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang praktik pembelajaran yang efektif dan berpusat pada siswa.</p> Amir Pada ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 11 3 277 287 Pengaruh Sikap, Kemandirian, Regulasi Diri, dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/91 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap belajar, kemandirian belajar, regulasi diri, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik yang diduga dipengaruhi oleh faktor internal siswa, khususnya sikap belajar, kemandirian, regulasi diri, dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui analisis regresi dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan sikap, kemandirian, regulasi diri, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Namun, secara parsial tidak seluruh variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Selain itu, hasil analisis jalur menunjukkan bahwa motivasi belajar sebagai variabel mediasi belum mampu memberikan pengaruh tidak langsung yang signifikan pada seluruh hubungan antarvariabel. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan hasil belajar matematika dapat dilakukan melalui penguatan sikap, regulasi diri, dan motivasi belajar secara terpadu di lingkungan sekolah.</p> Andi Winatasasmita usman mulbar Hamzah Upu ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 289 298 Pengaruh Kecerdasan Adversitas, Efikasi Diri, Logis Matematis dan Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI SMAN 12 Maros https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/92 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan adversitas, kecerdasan logis matematis, dan efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI SMAN 12 Maros melalui kemampuan berpikir kritis sebagai variabel intervening. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 12 Maros tahun ajaran 2025/2026 dengan sampel sebanyak 110 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi angket kecerdasan adversitas, angket efikasi diri, tes kecerdasan logis matematis, tes kemampuan berpikir kritis, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial melalui analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kecerdasan adversitas kategori campers (63,64%), kecerdasan logis matematis kategori tinggi (41,82%), efikasi diri kategori sedang (44,5%), kemampuan berpikir kritis kategori tinggi (70,91%), dan kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi (69,09%). Secara inferensial, kecerdasan adversitas, kecerdasan logis matematis, efikasi diri, dan kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kontribusi masing-masing 14,07%, 32,23%, 15,25%, dan 24,22%. Ketiga variabel bebas juga berpengaruh tidak langsung melalui kemampuan berpikir kritis. Kecerdasan logis matematis menjadi variabel paling dominan, sedangkan kemampuan berpikir kritis berperan sebagai mediator parsial.</p> Hardiani Hardiani Bernard Bernard Rusli Rusli ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 299 308 Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Bangun Datar Ditinjau Dari Gaya Kognitif di SMP Negeri 1 Bajeng https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/93 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun datar ditinjau dari gaya kognitif di SMP Negeri 1 Bajeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat orang subjek, yaitu terdiri dari dua siswa dengan gaya kognitif <em>field independent</em> dan dua siswa dengan gaya kognitif <em>field dependent. </em>&nbsp;Penentuan gaya kognitif ssiswa dilakukan melalui <em>Group Embedded Figure Test</em>, sedangkan kemampuan berpikir kreatif dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu kefasihan, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan peneliti sebagai instrument utama dan instrumen pendukung berupa tes GEFT, tes kemampuan berpikir kreatif berupa soal open-ended dengan materi bangun datar, dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya kognitif <em>field</em> <em>independent</em> berada pada level 4 Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif dan dikatakan sangat kreatif karena cenderung memenuhi keseluruhan indikator berpikir kreatif, yaitu kefasihan, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Sedangkan subjek dengan gaya kognitif <em>field dependent</em> berada pada level 2 Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif dan dikatakan cukup kreatif karena hanya memenuhi dua indikator, yaitu kefasihan dan keluwesan dan tidak memenuhi indikator keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya kognitif memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, di mana siswa <em>field</em> <em>independent</em> cenderung menunjukkan kemandirian berpikir dan eksplorasi ide yang lebih luas dibandingkan siswa <em>field dependent</em>.</p> Dian Ardilah Muhammad Darwis M Sabri Sabri ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 309 318 Analisis Kemampuan Berpikir Geometris Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Datar Berdasarkan Teori Van Hiele Kelas VIII MTSN 2 Makassar https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/94 <p>Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir geometri pada materi bangun datar segiempat berdasarkan teori Van Hiele pada siswa kelas VIII MTSN 2 Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Teknik penentuan subjek penelitian yaitu dengan menggunakan purposive sampling yang dikenal juga dengan sampling pertimbangan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument berupa VGHT (Van Hiele Geometry Test), tes materi bangun datar segi empat, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah (1) subjek dengan tahap abstraksi BS1 dan BS2&nbsp; tidak memenuhi kedua indikator berpikir geometris Van Hiele pada tingkat abstraksi. (2) subjek dengan tahap analisis&nbsp; AS1 dan AS2&nbsp; dalam menjawab ketiga soal bangun datar segi empat tidak memenuhi ketiga indikator berpikir geometris Van Hiele pada tingkat analisis. (3) Subjek dengan tingkat visualisasi VS1 dan VS2&nbsp; dalam menjawab ketiga soal bangun datar segi empat tidak memenuhi ketiga indikator berpikir geometris Van Hiele pada tingkat visualisasi. Jadi, siswa memiliki kemampuan berpikir Van Hiele masih berada pada tahap pra-abstraksi, pra-analisis dan pra-visualisasi. Adapun kesulitan yang di alami subjek yaitu tidak dapat membedakan bentuk bangun segi empat berdasarkan gambar dan cenderung tidak memahami soal sehigga kesulitan menentukan formula yang tepat dalam menyelesaikan soal.</p> Aryanugraha Alnar ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 319 327 Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Tipe HOTS pada Materi Pecahan Berbasis Langkah Polya https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/95 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa kategori rendah, sedang, dan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita tipe <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) pada materi pecahan berdasarkan langkah-langkah Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 di kelas V SD Inpres 6/75 Hulo, Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori rendah telah mampu memahami informasi dan menentukan strategi penyelesaian, tetapi belum optimal terhadap pemeriksaan kembali terhadap jawaban akhir. Subjek kategori sedang telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami masalah, tetapi masih mengalami kesalahan dalam menuliskan informasi secara lengkap, menghubungkan seluruh informasi, menyusun strategi secara sistematis, melakukan perhitungan, dan menyesuaikan kesimpulan dengan tuntutan masalah. Sementara itu, subjek kategori tinggi mengalami kesalahan pada seluruh langkah Polya. Dengan demikian, semakin tinggi kategori kesalahan siswa, semakin kompleks pula kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan soal cerita tipe HOTS pada materi pecahan.</p> Andi Mutia Amalia Aswi Aswi Suwardi Annas ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 329 339 Analisis Kesalahan Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Tipe HOTs Pada Materi KPK Dan FPB Dengan Menggunakan Teori Polya Ditinjau Dari Gaya Kognitif https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/96 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan peserta didik bergaya kognitif Field Dependent (SFD) dan Field Independent (SFI) dalam menyelesaikan soal cerita tipe HOTS pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SD Inpres 6/75 Hulo berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman peserta didik terhadap penyelesaian soal cerita matematika, yang diduga dipengaruhi oleh gaya kognitif masing-masing. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemecahan masalah berbasis HOTS dan wawancara mendalam. Analisis data mengikuti tahapan Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik bergaya Field Independent mampu menyelesaikan seluruh tahapan Polya secara sistematis, mencatat informasi, menyusun rencana, melaksanakan perhitungan, serta menarik kesimpulan dengan benar. Sebaliknya, peserta didik bergaya Field Dependent mengalami kesalahan pada beberapa tahapan, terutama dalam menyusun rencana, melaksanakan perhitungan, dan mengevaluasi pendapat peserta lain, sehingga penyelesaian masih parsial. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemahaman gaya kognitif dapat digunakan untuk merancang strategi pembelajaran matematika yang menekankan pengembangan kemampuan pemecahan masalah, khususnya soal cerita tipe HOTS pada materi KPK dan FPB, agar setiap peserta didik mampu mengikuti seluruh tahapan Polya secara optimal.</p> Sitti Zakiyyah Jawardi Hamzah Upu Nurdin Arsyad ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 341 450 Pengaruh Kemampuan Verbal, Kemampuan Numerik, Kemampuan Berpikir Logis, dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP di Kecamatan Maniangpajo https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/97 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Maniangpajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendelakatan <em>ex-post facto</em>. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Maniangpajo yang terdiri dari 221 orang siswa. Teknik yang digunakan untuk memperoleh banyaknya ukuran sampel yaitu <em>proportional random sistematis</em> dan diperoleh ukuran sampel sebanyak 142 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan angket. Tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis, dan prestasi belajar matematika, sedangkan angket digunakan untuk memperoleh data motivasi belajar matematika siswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial yaitu analisis jalur (<em>path analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Maniangpajo memiliki tingkat kemampuan verbal berada pada kategori rendah, kemampuan numerik berada pada kategori rendah, kemampuan berpikir logis berada pada kategori tinggi, motivasi belajar berada pada kategori tinggi, dan prestasi belajar matematika berada pada kategori sangat rendah, (2) kemampuan verbal berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (3) kemampuan numerik berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (4) kemampuan berpikir logis berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (5) motivasi belajar berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (6) kemampuan verbal berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui motivasi belajar, (7) kemampuan numerik berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui motivasi belajar, (8) kemampuan berpikir logis berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui motivasi belajar. Berdasarkan temuan penelitian di atas maka disimpulkan bahwa kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis dan motivasi belajar memiliki pengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika, serta kemampuan verbal, kemampuan numerik dan kemampuan berpikir logis memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar matematika melalui motivasi belajar.</p> Munira Munira Hamzah Upu Nurdin Arsyad ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 351 370 Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital dalam Pembelajaran Matematika https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/98 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, spesifikasi, tingkat kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan multimedia pembelajaran interaktif berbasis digital berupa situs web menggunakan aplikasi <em>Canva </em>pada materi perbandingan dan skala untuk peserta didik kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE (Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Subjek uji coba dalam penelitian ini melibatkan peserta didik kelas VII di UPT SPF SMPN 2 Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan penggunaan media, pengamatan aktivitas belajar, serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif-kualitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan penilaian ahli media dan materi. Multimedia pembelajaran interaktif berbasis digital ini juga memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan persentase respons guru dan observasi penggunaan media di kelas. Selain itu, multimedia pembelajaran interaktif terbukti sangat efektif karena berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan di atas kriteria ketuntasan, mencapai ketuntasan klasikal yang tinggi, serta memperoleh persentase aktivitas belajar dan respons positif yang sangat baik dari peserta didik.</p> Munadiya Yunadia Rahmat Rahmat Syam St. Zulaiha Nurhajarurahmah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 371 384 Deskripsi Kesalahan Umum Berdasarkan Teori Newman dalam Pengerjaan Soal Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Dobo Kabupaten Kepulauan Aru https://www.ojs.globalrci.or.id/jpptk/article/view/99 <p>Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya soal cerita, masih rendah karena sering melakukan kesalahan pada tahapan berpikir menurut teori Newman, yaitu membaca, memahami, transformasi, proses, dan penulisan jawaban. Analisis kesalahan ini penting untuk mengetahui letak kesulitan siswa dan membantu meningkatkan hasil belajar mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Dobo dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan tahap-tahap dalam teori Newman, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dobo Kabupaten Kepulauan Aru Kelas VII. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsi kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Dobo dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan tahap-tahap yang terdapat dalam teori Newman. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VII.3 yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan terjadi adalah kesalahan proses, selanjutnya kesalahan transformasi dan kesalahan penulisan jawaban. Beberapa siswa juga menunjukkan ketidaktelitian dalam membaca soal serta tidak mampu memahami sehingga menuliskan jawaban akhir dengan tidak tepat, meskipun proses sebelumnya benar. Faktor penyebab kesalahan bervariasi, antara lain: keterbatasan pemahaman konsep matematika, rendahnya kemampuan membaca dan menafsirkan soal, kurangnya latihan menyelesaikan soal cerita, dan kurangnya kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil jawaban secara tertulis.</p> Carla Yunce Mergwar Inayanti Fatwa Hariani Harjuna ##submission.copyrightStatement## 2026-06-30 2026-06-30 11 3 385 394